Buku Renungan Santapan Harian
Buku Hidup Dalam Terang
Buku Karier Panggilan atau Pilihan?
Buku Renungan Anak SuperKidz
Buku Rohani Ready To Serve
Buku Rohani Authority to Heal

Pengunjung

  • Site Counter: 64523
  • Unique Visitor: 13895

Artikel

  • Sebenarnya iman atau percaya bukan hanya masalah agama. Dalam setiap aspek hidup kita, iman pegang peranan yang menentukan. Tidak ada transaksi dagang dapat dibuat tanpa saling percaya. Tidak ada pernikahan dapat dimulai dan diteruskan tanpa saling percaya. Pokoknya, percaya adalah sendi-sendi hidup kita sehari-hari. Dari rumah ke kantor, dari persahabatan ke pemerintahan, dari studi ke cinta, dari kegiatan fisik ke kegiatan mental, semua dipengaruhi oleh adanya kepercayaan.

  • Wanita dulu dan sekarang, jelas beda. Banyak kemajuan telah tercapai. Dan guru, insinyur, dokter, manejer sampai ke calon astronot pun, sekarang kita punya. Citra wanita modern ialah wanita karier, wanita tampil, bukan lagi wanita dapur. Namun ini tidak berarti bahwa perjuangan sudah selesai. Di gereja misalnya, kalaupun ada majelis wanita, paling hanya dianggap cocok untuk menangani komisi perkunjungan, panduan suara atau paling banter keuangan. Jelas, masih perlu perjuangan panjang.

  • ...Roh Kudus, Gereja yang Kudus dan Am, Persekutuan Orang Kudus...

    Yang manakah dari contoh berikut ini yang mewakili pengalaman bergereja? Kesukaan saat berjumpa dengan orang yang seiman, atau kekaguman saat berada dalam gedung gereja megah dengan arsitektur gothic atau baroque? Menurut hemat saya, yang pertama mewakili kesukaan bergereja dalam arti persekutuan dan pengalaman kehadiran Kristus (Mat. 18.20), sedangkan perasaan khusyuk kagum dalam sebuah gedung gereja megah tidak lengkap mewakili pengalaman bergereja!

  • Beberapa tahun lalu di hari minggu, karena bangun kesiangan, saya pergi beribadah di sore hari di sebuah gereja dekat rumah. Kebetulan hari itu hari ulang tahun gereja tersebut. Entah kenapa sebelum khotbah, pendetanya memanggil satu anak remaja dan saya maju ke depan. Kepada si anak remaja pendeta bertanya apa saja segi-2 positif dari gereja tersebut. Maka si anak remaja menyebutkan beberapa hal positif menurut si anak remaja dan terjadi sedikit dialog dengan pendeta. Setelah itu giliran saya ditanya oleh pendeta, apa segi negatifnya gereja tersebut menurut saya.  Dan sayapun menjawab hanya dengan satu kata, ”eksklusif”. Maka pendeta mempersilahkan saya kembali ketempat duduk tanpa ada dialog. Mungkin jawaban saya tidak sesuai dengan pendapat pendeta itu atau.... entah apa saya tidak tahu dan saya tidak juga berusaha mencari tahu, walaupun kami saling kenal.

  • Saya pernah mengalami kesulitan nafas. Sesudah terserang batuk agak lama, lalu saya mengalami sesak nafas karena alergi. Selain sangat menyiksa, juga pengalaman sewaktu nafas saya menjadi sesak, pendek dan terengah-engah itu menimbulkan rasa ngeri. Sekaligus saat itu saya menyadari betapa berharganya hidup sehat yang dapat bernafas tanpa masalah.

  • Pahlawan sejati adalah mereka yang berhasil menaklukkan diri sendiri.” Pahlawan-pahlawan sedemikianlah yang kita butuhkan kini untuk meneruskan perjuangan para pahlawan kita dulu. Bukankah para pahlawan kita layak disebut pahlawan, karena mengobarkan sikap mental kepahlawanan: berani berkorban, pantang menyerah, berani memperjuangkan kebenaran?

  • Hubungan sukses dan hidup bermakna menjadi sorotan menarik artikel yang lalu. Meski keduanya bisa tidak perlu bertolakbelakang, ternyata banyak orang yang mengalami kebalikannya. Terutama banyak orang yang sudah sukses dalam ukuran-ukuran seperti karir, kekayaan, dlsb., ternyata malah menyadari bahwa semua itu terasa belum bermakna. Artikel itu mengusulkan bahwa keduanya bisa serasi seolah dua sisi dari mata uang yang sama asal definisi sukses disesuaikan dengan kriteria Alkitab. Apabila kita sukses dalam kriteria Allah sendiri, maka itulah kehidupan yang bermakna.

  • Bagaimana survive dalam zaman yang makin sulit dan sumber-sumber makin terbatas? Demikian pergumulan sebagian besar kita, baik sebagai perorangan maupun sebagai lembaga. Hasrat bertahan ini melahirkan berbagai strategi dan usaha. Pilihan kebanyakan orang adalah strategi penyesuaian diri. Dalam zaman edan, tidak ikut edan berarti malang alias akan tersingkir alias tidak survive. Lebih edan dari kebanyakan yang edan, adalah cara untuk survive.

  • Sola Scriptura dan Back to the Bible adalah slogan Reformasi yang sarat arti dan dahsyat dampak. Sarat arti karena slogan tersebut tidak berjalan sendiri tetapi mendukung slogan-slogan penting lain yang menjadi karakteristik gerakan Reformasi. Slogan penting lain yang terkait atau menjadi akibat dari Sola Scriptura adalah Sola gratia, Sola fide, Solo Christo, Soli Deo Gloria.

  • Kisah-kisah kepahlawanan selalu mengundang kekaguman kita. Kisah mereka yang hanya dengan bamboo runcing menghadapi penjajah yang terlatih dan bersenjata lengkap; kisah Daud yang muda belia berbekalkan lima butir batu dan ketapel menantang raksasa perkasa Goliat.