Selamat datang di website Pusat Pangan dan Agribisnis

Pengembangan Agribisnis Tetap Relevan

BS

BOGOR, KOMPAS — Sektor pertanian dipandang masih menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Itu sebabnya perlu dibangun paradigma pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan, dan terdesentralisasi.

Demikian benang merah pemikiran Prof Dr Bungaran Saragih, mantan Menteri Pertanian dan Guru Besar Emeritus Institute Pertanian Bogor (IPB) yang disampaikan dalam orasi ilmiahnya di Bogor, Sabtu (18/4). Acara orasi ilmiah, seminar nasional, dan peluncuran buku Memperingati 70 Tahun Bungaran Saragih itu bertema ”Kristalisasi Paradigma Agribisnis dalam Pembangunan Ekonomi dan Pendidikan Tinggi”.

Bungaran menyampaikan, pembangunan harus mengacu pada Pancasila dan UUD 1945. Presiden Soekarno merumuskannya dengan lebih sederhana menjadi Trisakti, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla kemudian menerjemahkan Trisakti itu dalam Nawacita. Menurut Bungaran, untuk mencapai tujuan itu, ia menawarkan paradigma pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan, dan terdesentralisasi.

Agribisnis di sini dimaknai sebagai megasektor penggerak usaha mikro, kecil, menengah, keluarga, koperasi, industri dari hulu ke hilir, sekaligus jasa pendukung dalam pertanian. ”Akan berguna jika bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Bungaran.

Ia melanjutkan, tantangan itu hanya bisa terwujud dengan sinergi triaktor utama, yakni pemerintah, akademisi, dan pengusaha. Birokrat harus mampu menghasilkan kebijakan agribisnis yang mampu bersaing dengan mancanegara. Akademisi harus terus berinovasi menghasilkan produk penelitian pertanian yang tidak kalah dengan luar negeri.

Sementara pengusaha, termasuk petani, nelayan, dan peternak, harus mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi dari pelbagai sumber daya alam.

Mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan, Achmad Suryana, yang hadir dalam acara itu, menambahkan, Bungaran konsisten pada pemikiran bahwa pertanian adalah motor penggerak ekonomi nasional. Negara bisa maju ketika pertanian juga maju.

Mantan Menteri Negara Penggerak Dana Investasi dan mantan Menteri Kehutanan Marzuki Usman menambahkan, pemikiran tentang agribisnis menjawab tantangan dan ancaman globalisasi. Jika pembangunan tak mengacu pada agribisnis, saat pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2016, Indonesia dikhawatirkan kalah bersaing.

Wakil Pemimpin Redaksi Kompas Ninuk M Pambudy menambahkan, pemikiran Bungaran tentang agribisnis ibarat ide-ide baru yang selalu bisa disemai dalam taman pemikiran. (BRO)

http://print.kompas.com/baca/2015/04/19/Pengembangan-Agribisnis-Tetap-Relevan

Client / Partner / Sponsor

  • 1
  • 2
  • 3

FAC-logo-Small

Pusat Pangan dan Agribisnis (Food and Agribusiness Centre) adalah sebuah yayasan yang memberi perspektif, persepsi, dan semangat baru dalam konteks pembangunan agribisnis.

FAC berkontribusi dan berkomitmen sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi nasional sekaligus pembangunan pertanian.

Kutipan

  • Eka Tjipta Widjaja

    Kalau punya kemauan keras tapi gampang putus asa, itu tidak betul, harus tekun dan langgeng. Kemauan keras tapi tidak disiplin, itu juga salah. Dan yang tak kalah penting kemampuan membawahkan.
  • 1
  • 2
  • 3

Info Kontak

  Kantor Pusat
Plaza 3 Pondok Indah Blok A-2
Jl. TB Simatupang Jakarta 12310
  +62 21 75904484
+62 21 75904481
  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Media Sosial :
  facebook.com/fac.idn
Twitter @FACIndonesia
Google+ FAC Indonesia

 Template by : Jasa Kami