Selamat datang di website Pusat Pangan dan Agribisnis

Paradigma Ekonomi untuk Membumikan Nawacita

 5a75c332c28144c09e2dc3869bed2d4a

Agrobisnis sebagai paradigma pembangunan bukan tawaran baru. Prof Dr Bungaran Saragih memperkenalkan paradigma ini pada awal dekade 1990-an. Paradigma ini melihat pembangunan pertanian sebagai lokomotif pembangunan dengan menyatukan kegiatan produksi pertanian, industri pendukung dan pengolahannya, serta jasa-jasa pertanian dari hulu hingga hilir sebagai satu kesatuan sistem dan usaha agrobisnis.

Paradigma agrobisnis sebagai lokomotif pembangunan kembali ditawarkan Saragih, Menteri Pertanian 200-2004 dan Guru Besar Emeritus Institut Pertanian Bogor, dalam orasi memperingati usianya yang ke-70 tahun, Sabtu (18/4), di IPB International Convention Center, Bogor.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla ingin membangun kemandirian ekonomi, ketahanan energi dan pangan, pembangunan daerah untuk mengurangi angka kemiskinan, dan mengurangi kesenjangan kemakmuran.

Meskipun telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019, menurut Saragih, belum terlihat ada paradigma ekonomi untuk menuntun implementasi Nawacita yang menjadi visi dan misi Presiden. Tanpa paradigma ekonomi, kesalahan yang terjadi sejak 10 tahun lalu akan terulang kembali dan dampaknya terasa sampai kini.

Kesenjangan kemakmuran nasional pada tahun 2013 yang diukur menggunakan gini rasio mencapai 0,41, tersenjang sejak Indonesia merdeka. Kesenjangan juga terjadi antara Jawa dan luar Jawa, desa dan kota, dan produktivitas sektor pertanian dan nonpertanian. Defisit transaksi berjalan terus menghantui, ketahanan pangan memprihatinkan yang diperlihatkan oleh tingginya impor pangan, dan lebih separuh tenaga kerja bekerja di sektor informal.

Pada tahun 1990-an terjadi tarik-menarik pilihan arah pembangunan ekonomi di dunia dan juga di Indonesia.

Setelah Indonesia sebagai negara konsumen beras terbesar di dunia berhasil berswasembada beras tahun 1984, muncul wacana Indonesia siap memasuki tahap industrialisasi karena pembangunan pertanian on farm dianggap mencapai puncak. Selain industri berbasis luas, juga muncul tawaran penguasaan teknologi tinggi sesegera mungkin yang digagas BJ Habibie.

Agrobisnis muncul sebagai tawaran ketiga. Dasar pemikiran Saragih, industrialisasi tanpa membenahi sektor pertanian dan perdesaan mengakibatkan ketidakseimbangan transformasi ekonomi. Sektor pertanian dan perdesaan menjadi beban pembangunan, memperlambat pertumbuhan ekonomi. Kalaupun dipacu, akan terjadi kesenjangan karena produktivitasnya kalah dari sektor industri dan sektor perkotaan.

Paradigma sistem dan usaha agrobisnis saat ini menjadi semakin relevan dengan visi dan misi Presiden tentang kemandirian ekonomi, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan, serta ketahanan pangan dan energi. Sistem dan usaha agrobisnis meliputi empat subsistem: agrobisnis hulu, produksi, agrobisnis hilir, dan jasa pendukung. Percepatan industrialisasi agrobisnis di hulu dan hilir disertai inovasi akan meningkatkan nilai tambah dan daya saing karena berbahan baku lokal.

Dengan mengikutkan usaha skala kecil, rumah tangga, dan menengah dalam pengembangan sistem dan usaha agrobisnis, kemiskinan akan turun dan kemakmuran lebih merata. Ketahanan pangan dan energi serta kemandirian ekonomi bukan lagi utopia. (Ninuk Mardiana Pambudy)

http://print.kompas.com/baca/2015/04/20/Paradigma-Ekonomi-untuk-Membumikan-Nawacita

 

Client / Partner / Sponsor

  • 1
  • 2
  • 3

FAC-logo-Small

Pusat Pangan dan Agribisnis (Food and Agribusiness Centre) adalah sebuah yayasan yang memberi perspektif, persepsi, dan semangat baru dalam konteks pembangunan agribisnis.

FAC berkontribusi dan berkomitmen sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi nasional sekaligus pembangunan pertanian.

Kutipan

  • Eka Tjipta Widjaja

    Kalau punya kemauan keras tapi gampang putus asa, itu tidak betul, harus tekun dan langgeng. Kemauan keras tapi tidak disiplin, itu juga salah. Dan yang tak kalah penting kemampuan membawahkan.
  • 1
  • 2
  • 3

Info Kontak

  Kantor Pusat
Plaza 3 Pondok Indah Blok A-2
Jl. TB Simatupang Jakarta 12310
  +62 21 75904484
+62 21 75904481
  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Media Sosial :
  facebook.com/fac.idn
Twitter @FACIndonesia
Google+ FAC Indonesia

 Template by : Jasa Kami