Selamat datang di website Pusat Pangan dan Agribisnis

Kejar Swasembada Pangan, Kementan Terapkan Sejumlah Kebijakan

 

 1829402mentan-8780x390

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, dari hasil kunjungannya ke berbagai daerah ditemukan harga gabah senilai Rp 3.000 hingga Rp 3.400 per kilogram, sementara harga beras dari petani Rp 6.000 hingga Rp 7.200 per kilogram.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan sejumlah kebijakan terkait pelaksanaan Upaya Khusus (Upsus) percepatan swasembada pangan. Beberapa kebijakan itu di antaranya menerbitkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung dan kedelai, serta mendorong Bulog untuk lebih banyak membeli produk petani.

"Kita juga memperbaiki kebijakan subsidi pupuk dan benih sampai dengan tahun 2017 dan mengkaji pengalihan dari subsidi input menjadi subsidi output setelah swasembada tercapai," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Musayawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrembangtan) Nasional 2015, di auditorium Kementan, Jakarta, Rabu (3/6/2015).

Selain itu, Kementan juga mendorong penerapan full mekanisasi untuk percepatan peningkatan produksi pangan dengan mengembangkan food estate seluas 500 ribu hektar di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kepulauan Aru, serta Kawasan Pangan Merauke 1 juta hektar.

"Selain itu, kita juga melakukan kerja sama pengembangan tanaman padi, jagung, dan kedelai pada areal lahan PT Perhutani, PT Inhutani dan PTPN serta kerja sama dengan produsen pakan ternak dalam pengembangan jagung," papar Mentan.

Terkait gula, Kementan akan membangun 500 ribu hektar kebun tebu dan 10 pabrik gula (PG). Untuk kelapa sawit, Kementan akan mengembangkan dikembangkan 500 ribu hektar lahan di wilayah perbatasan

Sementara itu, dalam rangka pencapaian swasembada daging, beberapa kebijakan dan langkah yang akan dilakukan meliputi perbaikan regulasi impor sapi/daging, perbaikan tataniaga ternak dan perunggasan, dan perluasan Inseminasi Buatan (IB) minimal 4 juta akseptor.

"Juga ada pengembangan 300 lokasi pembiakan sapi di luar Jawa dengan pola integrasi sapi-sawit dan mengembangkan pusat ternak sapi di 125 kawasan potensial," jelasnya.

Selanjutnya, dalam rangka pengembangan Pertanian Bio-Industri dan Bioenergi, maka potensi sawit, kemiri sunan, ubi kayu, dan sorgum akan terus dikembangkan sebagai bio-energi (bio-etanol).

"Komitmen pemerintah terhadap pengembangan energi terbarukan merupakan peluang besar yang harus kita wujudkan," katanya.

sumber

 

Client / Partner / Sponsor

  • 1
  • 2
  • 3

FAC-logo-Small

Pusat Pangan dan Agribisnis (Food and Agribusiness Centre) adalah sebuah yayasan yang memberi perspektif, persepsi, dan semangat baru dalam konteks pembangunan agribisnis.

FAC berkontribusi dan berkomitmen sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi nasional sekaligus pembangunan pertanian.

Kutipan

  • Eka Tjipta Widjaja

    Kalau punya kemauan keras tapi gampang putus asa, itu tidak betul, harus tekun dan langgeng. Kemauan keras tapi tidak disiplin, itu juga salah. Dan yang tak kalah penting kemampuan membawahkan.
  • 1
  • 2
  • 3

Info Kontak

  Kantor Pusat
Plaza 3 Pondok Indah Blok A-2
Jl. TB Simatupang Jakarta 12310
  +62 21 75904484
+62 21 75904481
  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Media Sosial :
  facebook.com/fac.idn
Twitter @FACIndonesia
Google+ FAC Indonesia

 Template by : Jasa Kami