Selamat datang di website Pusat Pangan dan Agribisnis

Rencana Impor Sapi Pemerintah Jokowi Dikritik

201804420150813-155938780x390 

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah menambah kuota impor sapi dengan jumlah sekitar 200.000 hingga 300.000 dikritik oleh kalangan pengusaha. Langkah itu dinilai bertentangan dengan cita-cita kemandirian pangan.

Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia Ismed Hasan Putro mengatakan, padahal tiga provinsi di Indonesia mengalami surplus sapi potong. Tiga provinsi itu adalah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Bali. "Kenapa impor? Kenapa enggak ngambil dari tiga daerah yang surplus sapi itu?" ujar Ismed di salah satu restoran di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/8/2015).

Ismed mengakui bahwa langkah tersebut tidak dilakukan karena biaya distribusi melalui laut sangat mahal. Bahkan, Ismed mengaku biaya distribusi dari tiga provinsi itu ke Jakarta dua kali lipat lebih mahal dari distribusi sapi dari Australia ke Jakarta. "Saya pernah itu ngirim sapi, bentuk per ekor sampai dalam bentuk beku. Biaya pengiriman lebih mahal dari pada ngirim bentuk serupa dari Darwin ke Jakarta," ujar Ismed.

Lantas, apa solusinya? Ismed berpendapat percepatan pembangunan sistem tol laut bisa menjadi solusinya. "Tol laut program Jokowi harus bisa menjadi solusi. Tim ekonomi Jokowi harus benar-benar memikirkan ini demi tercapainya kemandirian pangan nasional," ujar Ismed.

Diberitakan, Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong berencana menerbitkan lebih banyak lagi izin impor sapi sampai akhir tahun untuk menekan harga daging yang masih tinggi. Thomas menyebut siap menerbitkan izin impor antara 200.000 -300.000 ekor sapi. "Untuk sisa tahun ini kita mungkin bisa impor 200.000-300.000 ekor sapi,” ujar Thomas di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

sumber

 

FAC-logo-Small

Pusat Pangan dan Agribisnis (Food and Agribusiness Centre) adalah sebuah yayasan yang memberi perspektif, persepsi, dan semangat baru dalam konteks pembangunan agribisnis.

FAC berkontribusi dan berkomitmen sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi nasional sekaligus pembangunan pertanian.

Kutipan

  • Eka Tjipta Widjaja

    Kalau punya kemauan keras tapi gampang putus asa, itu tidak betul, harus tekun dan langgeng. Kemauan keras tapi tidak disiplin, itu juga salah. Dan yang tak kalah penting kemampuan membawahkan.
  • 1
  • 2
  • 3

Info Kontak

  Kantor Pusat
Plaza 3 Pondok Indah Blok A-2
Jl. TB Simatupang Jakarta 12310
  +62 21 75904484
+62 21 75904481
  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Media Sosial :
  facebook.com/fac.idn
Twitter @FACIndonesia
Google+ FAC Indonesia

 Template by : Jasa Kami