Buku Renungan Santapan Harian
Buku Hidup Dalam Terang
Buku Karier Panggilan atau Pilihan?
Buku Renungan Anak SuperKidz
Buku Rohani Ready To Serve
Buku Rohani Authority to Heal

Pengunjung

  • Site Counter: 63911
  • Unique Visitor: 13807

PARTNER TO PARTNER

Salam BGA,

Saya ingin mengawali partner edisi perdana 2010 ini dengan mengajak kita kembali melihat kepentingan Baca Gali Alkitab sebagai metode dan Santapan Harian sebagai panduan merenungkan firman Tuhan secara sistematis dan holistik, terbaik menurut jenisnya.

BGA dan SH mengajak kita menggunakan akal budi, hati, dan kehendak kita untuk berinteraksi dengan Tuhan lewat firman yang kita baca setiap hari. Sangat indah mengalami Tuhan lewat keterlibatan pribadi kita dengan firman-Nya. Inilah inti pelayanan PPA.

Target setiap aktivitas pelayanan kami bukan semata-mata diukur dari berapa jumlah SH yang terjual per edisinya atau berapa kali pelatihan BGA diadakan tahun ini serta jumlah pesertanya. Namun, seberapa jauh dampak pelatihan BGA dan pemakaian SH pada para peserta dan pemakainya.

Kami mengajak Anda, para partner untuk ikut memonitor dan mengevaluasi hasil atau akibat pelatihan dan penggunaan bahan kami di gereja/persekutuan/ sekolah Anda. Peran Anda sangat penting untuk kami bisa lebih mengembangkan pelayanan ini efektif dan berdampak dahsyat. Bersama kita dapat menjadi alat anugerah-Nya demi kerajaan-Nya ditegakkan di bumi pertiwi.

Hans Wuysang
Direktur


RENUNGAN

Tambah Lima Belas Tahun Lagi? Siapa Takut!

Andai Anda diberikan umur lebih panjang lima belas tahun dari yang seharusnya Anda terima, apa reaksi Anda? “Terima kasih Tuhan untuk anugerah-Mu, sekarang saya memiliki waktu yang cukup untuk lebih melayani-Mu.” “Tuhan terima kasih ya, untuk bonus ini. Saya akan gunakan untuk mengejar cita-cita saya yang selama ini tidak kesampaian.” “Aduh Tuhan, terima kasih deh. Tapi, rasanya sudah cukup saya menjalani hidup di dunia ini. Kalau boleh, sekarang saja Kau panggil saya pulang ke surga.” Adakah salah satunya akan menjadi doa Anda?

Seandainya Hizkia diperbolehkan meninjau ulang lima belas tahun perpanjangan umurnya, apa yang ia akan katakan? “Tuhan terima kasih ya! Lima belas tahun yang indah, sungguh berharga. Saya sungguh menikmatinya.” “Tuhan, saya menyesal, mengapa dulu tidak menerima saja penetapan Tuhan yang pertama. Ternyata akibat pepanjangan umur saya, justru banyak masalah timbul.”

Fakta berbicara! Di perpanjangan usia lima belas tahun itulah, Hizkia jatuh ke dalam dosa kesombongan (lih. 2Taw. 32:25)! Ketika rombongan utusan dari raja Babel, Merodakh Baladan datang mengunjungi Yerusalem, Hizkia dengan bangga memperlihatkan semua kekayaan yang ia miliki, seakan-akan itu adalah hasil karyanya. Sampai-sampai Yesaya harus menyampaikan nubuat dari Tuhan bahwa akan datang masanya semua kekayaan yang tadi diperlihatkan Hizkia akan diangkut ke Babel serta keturunan Hizkia akan dijadikan pegawai istana Babel (2Ra. 20:16-18).

Fakta berbicara! Manasye, putra mahkota kerajaan Yehuda lahir di perpanjangan usia Hizkia (lih. 21:1, Manasye baru berumur dua belas tahun saat naik takhta). Catatan sejarah kitab Raja-Raja menyebutkan Manasye sebagai raja keturunan Daud yang sangat jahat (21:2-9). Bukan hanya ia menyembah berhala dengan cara yang sangat menjijikkan, tetapi juga meniadakan ibadah kepada Tuhan dan menyeret rakyat Yehuda dalam dosa yang serupa. Sedemikian jahatnya Manasye, sehingga Tuhan memastikan Yehuda harus masuk ke pembuangan Babel walaupun cucunya, Yosia telah berupaya keras mengembalikan ibadah kepada Yahweh di seluruh kerajaannya sehingga Yosia dicatat sebagai salah seorang raja terbaik dalam sejarah Yehuda (23:25-27).

Kalau begitu, apakah permintaan Hizkia agar umurnya diperpanjang itu salah? Atau Tuhankah yang keliru mengabulkan permintaan Hizkia? Jawabannya, kedua-duanya tidak! Permintaan Hizkia sebenarnya tidak terungkap secara eksplisit dalam doanya. Perhatikan doa Hizkia: “Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu” (20:3). Seakan-akan saat Hizkia mengeluarkan isi hatinya dengan mengungkapkan dirinya seperti yang tipikal dilakukan di mazmur-mazmur ratapan, ia terhenyak dengan kesadaran, apakah ia layak untuk meminta perpanjangan umur hanya karena segala hal yang ia telah lakukan. Maka doanya berhenti sampai di situ.

Di sisi lain, dicatat Tuhan mendengar doa dan ratap tangis Hizkia dan mengabulkan permintaannya. Perhatikan: “Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau … Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku” (20:5-6).

Apa yang Tuhan dengar dari doa dan tangis Hizkia? Bukan terutama permintaannya akan perpanjangan umur, melainkan ketulusannya yang menyadari ketidaklayakkannya untuk meminta hal tersebut seakan-akan segala perbuatan baiknya melayakkannya untuk mendapatkan hak umur panjang dari Sang Pencipta yang berdaulat. Sehingga apa yang Tuhan lakukan adalah semata-mata ANUGERAH dan KASIH SETIA-Nya! Pemberian umur panjang kepada Hizkia adalah anugerah yang keluar dari kedaulatan-Nya. Bukan hak atau jasa Hizkia sama sekali!

Mengapa Tuhan memperpanjang umur Hizkia? Karena Ia mengasihi umat-Nya. Saat peristiwa ini terjadi, Yehuda dan Yerusalem sedang dalam pengepungan Sanherib, raja Asyur (lih. 20:1 dan 6: “Pada hari-hari itu…” dan “Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur”). Sama seperti perpanjangan umur Hizkia adalah semata-mata anugerah Tuhan kepadanya, demikian penyelamatan Yerusalem dari Asyur adalah anugerah Tuhan kepada  umat-Nya. Kesembuhan dan perpanjangan umur Hizkia adalah Kasih Karunia Tuhan kepada Daud, Hamba-Nya. Demikian juga keselamatan Yehuda dan Yerusalem adalah “oleh karena Daud, Hamba-Ku” (20:6).

Kalau begitu, bagaimana kita bisa memahami kedua fakta “negatif” di atas? Jawabannya terletak pada bagaimana manusia merespons anugerah Tuhan dengan benar dan bertanggung jawab. Untuk apa Anda meminta sesuatu dari Tuhan? Untuk kepentingan diri sendirikah? Atau demi Tuhan dipermuliakan? Bagaimana Anda menggunakan segala hal yang Tuhan kabulkan dari permintaan Anda? Bertanggungjawabkah, atau semata-mata untuk kepuasan diri Anda sendiri?

Mari kita memandang setiap waktu dan kesempatan yang terbuka di depan mata kita, secara khusus di tahun 2010 yang masih muda ini sebagai anugerah Tuhan. Mulailah dengan bersyukur! Lanjutkan dengan merencanakan hidup Anda menyesuaikan dengan rencana-Nya yang tertuang dalam firman-Nya. Jadikan Alkitab pedoman utama hidup Anda. Berdoalah agar kuat kuasa dan hikmat Roh Kudus menyertai Anda melaksanakan rencana Anda, mewujudkan kehendak-Nya. Niscaya Anda tidak akan perlu menyesali perjalanan hidup Anda kelak! Tambah lima belas tahun lagi? Siapa Takut!