Selamat datang di website Pusat Pangan dan Agribisnis

Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec

Profil & Biografi

Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec menyelesaikan pendidikan S-l dari Institut Pertanian Bogor (IPB) bidang Sosial Ekonomi (1971), lalu meraih S-2 dengan mayor dalam bidang Ekonomi (MEc) dan minor dalam bidang Statistika dari North Carolina State University, Amerika Serikat. Di universitas yang sama ia menyelesaikan S-3 (Ph.D) dengan mayor bidang Ekonomi dan minor bidang Sosiologi. Pada tahun 1079, menerima penghargaan internasional masyarakat pertanian untuk prestasi istimewa akademik, Gamma Sigma Delta. Pria kelahiran Pematangsiantar 17 April 1945 ini sejak muda sudah bercita-cita ingin menggeluti dunia pertanian, Ini karena lingkungan tempatnya dibesarkan di Pematang Siantar yang dikelilingi perkebunan teh. Prof. Bungaran Saragih tetap menggeluti dunia pertanian, tetapi sebagai pengajar di IPB. Pun ia tak memilih jurusan Budidaya Pertanian tetapi Ekonomi Pertanian, karena buat sulung dari tiga bersaudara anak pasangan Jahodim Saragih dan Patianim Purba ini pertanian bukan soal komoditi tetapi soal manusia. Menurut Saragih, manusia yang memproduksi, manusia yang mendistribusikan hasil produksi pertanian dan manusia juga yang memakan hasil pertanian tersebut. Saragih mematok cita-cita menjadi profesor karena profesor menurut anggapannya adalah orang yang mampu membuat sejarah, “Ketika terjadi pemberontakan pada tahun 1965, saya merumuskan kembali cita-cita hidup saya. Saya perhatikan dalam pergantian dari Orde Lama ke Orde Baru, pemerintahan ditentukan dua pimpinan yakni jenderal dan profesor seperti Prof, Widjoyo Nitisastro,” tutur Kepala Pusat Studi Pembangunan IPB yang mulai menjabat sejak tahun 1993 ini. Keinginan itu akhirnya tercapai pada usia 50 tahun, tepatnya Desember 1995, dengan orasi ilmiah berjudul:”Pembangunan Agribisnis Dalam Pembangunan Ekonomi Nasional Menghadapi Abad Ke-21”.
 
Setelah pertemuan dengan K.H. Abdurrahman Wahid yang saat itu menjadi Presiden Republik Indonesia di Istana Presiden tahun 1999, Presiden yang akrab dipanggil Gus Dur ini mengangkat Prof. Bungaran Saragih menjadi Menteri Pertanian dan Kehutanan pada bulan Agustus 2000. Hanya tiga bulan berselang, departemen yang tadinya adalah penyatuan Departemen Pertanian dengan Departemen Kehutanan ini kembali dipisahkan: dan kembali diangkat menjadi Menteri Pertanian dan dilantik pada bulan Desember 2000. Dalam pergantian pucuk pimpinan negara dari K.H. Abdurrahman Wahid kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Megawati Soekarnoputri kembali mempercayakan jabatan Menteri Pertanian kepada Prof. Bungaran Saragih sampai berakhir masa pemerintahan akhir tahun 2004.  Chairman of the Governing Council dari Internasional Fund for Agriculture Development (IFAD) 2003-2004. Memperoleh penghargaan Doctor Honoris Causa di Bidang Pertanian dari George-August Univesity, Gootingen, Jerman. Mendapat penghargaan Matsuda Award tahun 2005 di Jepang.
 
Pasca pengabdian sebagai menteri, keinginan untuk tetap mengembangkan sistem dan usaha agribisnis tetap dilakoni dengan kembali aktif di IPB, dan ikut membidani lahirnya Fakultas Ekonomi dan Manajemen dan Departemen Agribisnis, yang belakangan akan menjadi tempat purna bakti sebagai profesor. Memang kegiatan pendidikan, penelitian dan pengajaran tetap menjadi minat utama dan tak pernah itinggalkan. Dalam bidang pendidikan, sejak tahun 2005 menjadi Ketua Dewan Pebina Yayasan Kesatuan di Bogor yang mewadahi sekolah-sekolah dan Sekolah Tinggi Kesatuan Bogor. Juga mendirikan Pusat Pangan dan Agribisnis (Food and Agribusiness Center) bersama dengan murid-murid dan kolega lainnya sebagai kantor dan wadah untuk melanjutkan agenda dan pekerjaan pembangunan sistem dan agribisnis yang belum selesai dan perlu dilanjutkan. Setelah tidak menjabat menteri lagi, kebiasaan dan kesukaan menulis dapat kembali dilakoni dengan menulis secara rutin di Tabloid AGRINA, yang diberi judul SUARA AGRIBISNIS.
 
Lepas mengurus manusia (sumberdaya manusia) agribisnis, tampaknya walau tidak berhubungan langsung dengan bidang ini, upaya  rehabilitasi dan penyelamatan orang utan serta penghutanan kembali hutan yang rusak untuk habitat orang utan menjadi pekerjaan utama sampai saat ini. Kegiatan dan upaya ini dinaungi melalui lembaga Yayasan Borneo Orang Utan Survival (BOS), dengan menjadi Ketua Dewan Pembina. Juga menjadi Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dari tahun 2004-2009.
Jadi pengabdian dan pekerjaan utama selalu berkaitan dengan pembangunan sistem dan usaha agribisnis, yang sepertinya sudah melekat erat dengan pribadi Profesor yang adalah ayah dari putri satu-satunya Erina Paima Nakamura, dan suami dari Mihoko Nakamura, wanita Jepang yang dikenalnya di negeri Sakura. Saat ini mereka tinggal di Bogor.
 

Publikasi

  • Makalah / Tulisan

    content here
  • Buku

    content here
  • Surat Kabar

    content here
  • Seminar / Workshop / Training

    content here
  • 1

FAC-logo-Small

Pusat Pangan dan Agribisnis (Food and Agribusiness Centre) adalah sebuah yayasan yang memberi perspektif, persepsi, dan semangat baru dalam konteks pembangunan agribisnis.

FAC berkontribusi dan berkomitmen sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi nasional sekaligus pembangunan pertanian.

Kutipan

  • Eka Tjipta Widjaja

    Kalau punya kemauan keras tapi gampang putus asa, itu tidak betul, harus tekun dan langgeng. Kemauan keras tapi tidak disiplin, itu juga salah. Dan yang tak kalah penting kemampuan membawahkan.
  • 1
  • 2
  • 3

Info Kontak

  Kantor Pusat
Plaza 3 Pondok Indah Blok A-2
Jl. TB Simatupang Jakarta 12310
  +62 21 75904484
+62 21 75904481
  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Media Sosial :
  facebook.com/fac.idn
Twitter @FACIndonesia
Google+ FAC Indonesia

 Template by : Jasa Kami