Selamat datang di website Pusat Pangan dan Agribisnis

Sejarah

Pusat pangan dan agribisnis (Food and Agribisnis Center) memiliki sejarah yang panjang dan lama serta berkelanjutan. Visi dan misi serta layanan yang dikembangkan dalam pusat pangan dan agribisnis ini merupakan bekelanjutan yang kontinu dari cita-cita komunitas kecil, yang dimulai dari tahun 1983. Sama seperti kehidupan manusia , visi dan misi serta cita-cita ini mengalami pasang surut dalam rentang masa, mulai dari masa antara tahun 1983-1988, kemudian masa tahun 1988-1990, lalu masa tahun 1990-2000, lalu masa tahun 2000-2004, dan masa terkini mulai tahun 2005 sampai saat ini.

Embrio berdirinya pusat pangan dan agribisnis bermula dengan dimulainya kegiatan unit Social and Economic Study and Evolution (USESE) sebagai suatu unit dari Citanduy Project II (PROCIT II) pada tahun 1983. Unit ini pada awalnya dipimpin oleh Bapak DR.IR.Bungaran Saragih,MEc, dan dijalankan bersama-sama dengan rekan dan kolega dari Institut Pertanian Bogor (IPB) termasuk beberapa mahasiswa bimbingan beliau baik sarjana maupun pascasarjana. Unit bekerja dan berjalan dengan baik hampir selama 5 tahun sampai tahun 1988 menyelesaikan tugas dan target penyelesaian proyek citanduy II.

Unit ini lalu secara resmi dikembangkan dan dibentuk menjadi suatu yayasan pada tanggal 6 Oktober 1988 di Bogor Jawa Barat. Unit resmi berubah menjadi yayasan USESE (sesuai dengan nama semasa masih menjadi unit). Pada awalnya, para peniliti USESE mendirikan yayasan ini untuk mengembangkan dan mengimplementasikan idealisme di bidang pembangunan pertanian dan pedesaan yang berwawasan lingkungan.

Sebagai yayasan, lembaga ini tetap dipimpin dan dibimbing oleh Dr.Ir.Mangatas Tampubolon,Msc (alm). Melanjutkan beberapa kegiatan dari proyek Citanduy II, yayasan ini berjalan dengan baik untuk beberapa tahun sebelum kedua pimpinan yayasan ini diangkat menjadi pimpinan di Pusat Studi Pembangunan Institut Pertanian Bogor.

Sejak berdiri, yayasan USESE telah mengakumulasikan berbagai pengalaman studi dan evaluasi pada aspek sosial ekonomidi bidang konversasi dan rehabilitasi lahan kering dan irigasi; pembangunan pertanian dan pedesaan; pengembangan kredit pedesaan; serta pengembangan penyuluhan pertanian dan pedesaan. Disamping itu, USESE juga berpartisipasi aktif dalam mendukung ratusan lulusan sarjana dan pascasarjana di IPB dalam menyelesaikan studinya.

Pada tahun 1990, pimpinan yayasan USESE yang saat itu adalah juga Dosen di Institut Pertanian Bogor mendapat kepercayaan untuk memimpin dan mengembangkan Pusat Studi Pembangunan (PSP), salah satu pusat studi di bawah Lembaga Penelitian Institut Pertanian Bogor. Bersamaan dengan penunjukan ini, sebagian besar dari pemimpin dan pengurus yayasan USESE yang rata-rata juga masih aktif sebagai Dosen, bersama-sama bergabung dalam Pusat Studi Pembangunan IPB ini.

Pengalaman dan pemikiran yang dikembangkan sewaktu di USESE dianggap masih sangat relevan. Dan para pimpinan serta peneliti sebagai anggota inti dan tulang punggung USESE mengamati bahwa kecenderungan masa depan dan tantangan pembangunan nasional adalah reposisi peranan pertanian dan pedesaaan sebagai sektor penggerak di dalam pembangunan nasional, terutama jika dilihat dalam perspektif agribisnis; bahkan lebih jauh dapat diharapkan sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi nasional.

Visi dan misi ini menjadi pemersatu dan sumber semangat bagi seluruh komponen dalam mengembangkan Pusat Studi Pembangunan. Dan visi misi ini yang coba diimplementasikan dalam seluruh kegiatan yang dikembangkan di Pusat ini, hampir untuk masa 10 tahun sebelum kepala pusat Bapak Prof.Dr.Ir.Bungaran Saragih,MEc dipercaya menjadi salah satu anggota kabinet menjadi Menteri Pertanian.

Bersamaan dengan momentum historik diatas, mulai tahun 2000, USESE memasuki rentang masa yang dilematis sekaligus krisis. Kesempatan diatas pada awalnya diharapkan dapat menjadi terobosan dan masa keemasan bagi berkembangnya yayasan menjadi lembaga yang diperhitungkan dalam implementasi visi dan misi pembangunan pertaniandan pedesaan dalam perspektif pembangunan agribisnis.

Tapi rupanya, pada sisi yang lain, momentum diatas menuntut keikutsertaan beberapa pimpinan puncak dan peneliti inti untuk membantu sebagai tenaga ahli di departemen yang dipimpin Prof.Dr.Ir.Bungaran Saragih,MEc. sehingga USESE dalam perjalanannya menjadi seperti sedikit terabaikan akibat kurangnya sumberdaya manusia yang dapat mengelola secara penuh waktu, apalagi dengan meninggalnya yang terhormat Bapak DR.Ir.Mangatas Tampubolon,MSc, yang sejak dari awal dengan penuh dedikasi dan interfritas memulai dan menumbuhkan USESE.

Untuk menjawab tantangan diatas, maka dimulai pada tahun 2002 dilaksanakan perubahan pengurus sekaligus untuk memenuhi kewajiban institusi sesuai dengan perubahan undang-undang yayasan yang baru, dimana disusun suatu tim manajemen independen yang bertanggung jawab terhadap manajemen yayasan sehari-hari dengan bimbingan dan koordinasi dari para pengurus yang hampir seluruhnya aktif di Departemen Pertanian.

Pengalaman, pengetahuan, dan kebijaksanaan (wisdom) yang diakumulasikan dan dialami dalam kesempatan di Departemen Pertanian memberi perspektif, persepsi, dan semangat baru dalam konteks pembangunan agribisnis; bahwa pembangunan agribisnis dapat dikembangkan menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi nasional sekaligus pembangunan pertanian apabila dikembangkan dalam visi dan misi serta kebijakan dan strategi pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkelanjutan, berkerakyatan, dan desentralistis.

Implementasi kebijakan dan strategi diatas masih menyisakan banyak agenda yang belum terselesaikan (unfinished agendas) dan tantangan baru (new challengess). Untuk itulah, tranformasi kelembagaan ini menjadi Pusat Pangan dan Agribisnis (Food and Agribusiness Centre) adalah salah satu media menjawab agenda dan tantangan baru diatas dan merupakan suatu kebutuhan yang mendesak.

Maka pada tahun 2005 dibentuklah secara resmi Pusat Pangan dan Agribisnis (Food and Agribusiness Centre), dengan tetap dipimpin oleh Prof.DR.IR.Bungaran Saragih,MEc dan DR.Rachmat Pambudy dengan didukung beberapa tim manajemen yang lebih professional yang penuh waktu dan paruh waktu. Dan sejak berdirinya, pusat atau centre ini telah mengadakan berbagai seminar, workshop, diskusi dan kajian serta advokasi terkait dengan sistem dan usaha agribisnis baik itu pangan, perternakan, perkebunan, kebijakan makro, perdagangan internasional, dan aspek mikro pembangunan agribisnis lainnya.

 

FAC-logo-Small

Pusat Pangan dan Agribisnis (Food and Agribusiness Centre) adalah sebuah yayasan yang memberi perspektif, persepsi, dan semangat baru dalam konteks pembangunan agribisnis.

FAC berkontribusi dan berkomitmen sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi nasional sekaligus pembangunan pertanian.

Kutipan

  • Eka Tjipta Widjaja

    Kalau punya kemauan keras tapi gampang putus asa, itu tidak betul, harus tekun dan langgeng. Kemauan keras tapi tidak disiplin, itu juga salah. Dan yang tak kalah penting kemampuan membawahkan.
  • 1
  • 2
  • 3

Info Kontak

  Kantor Pusat
Plaza 3 Pondok Indah Blok A-2
Jl. TB Simatupang Jakarta 12310
  +62 21 75904484
+62 21 75904481
  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Media Sosial :
  facebook.com/fac.idn
Twitter @FACIndonesia
Google+ FAC Indonesia

 Template by : Jasa Kami